Betapa besarnya nilai uang kertas senilai Rp.100.000 apabila dibuat kolekte di Gereja ; tetapi betapa kecilnya kalau dibawa ke Mall untuk dibelanjakan!
Betapa lamanya melayani Tuhan selama limabelas menit namun betapa singkatnya kalau kita menonton film/sinetron.
Betapa sulitnya untuk mencari kata-kata ketika berdoa (spontan) namun betapa mudahnya kalau mengobrol atau bergosip dengan pacar / teman tanpa harus berpikir panjang-panjang.
Betapa asyiknya apabila pertandingan bola diperpanjang waktunya ekstra namun kita mengeluh ketika khotbah di Gereja lebih lama sedikit daripada biasa.
Betapa sulitnya untuk membaca satu lembar Kitab Suci tapi betapa mudahnya membaca 100 halaman dari novel yang laris.
Betapa getolnya orang untuk duduk di depan dalam pertandingan atau konser musik namun lebih senang berada di shaf paling belakang atau di luar ketika berada di Gereja.
Betapa mudahnya membuat 40 tahun dosa demi memuaskan nafsu birahi semata, namun alangkah sulitnya ketika menahan nafsu selama beberapa hari ketika berpuasa ..
Betapa sulitnya menyediakan waktu untuk berdoa; namun betapa mudahnya menyesuaikan waktu dalam sekejap pada saat terakhir untuk event yang menyenangkan.
Betapa sulitnya untuk mempelajari arti yang terkandung di dalam Kitab Suci; namun betapa mudahnya untuk mengulang-ulangi gosip yang sama kepada orang lain.
Betapa mudahnya kita mempercayai apa yang dikatakan oleh koran namun betapa kita meragukan apa yang dikatakan oleh Kitab Suci. Betapa Takutnya kita
apabila dipanggil Boss dan cepat-cepat menghadapnya namun betapa kita berani dan lamanya untuk menghadapNya saat waktu beribadah.
Betapa setiap orang ingin masuk sorga seandainya tidak perlu untuk percaya atau berpikir,atau mengatakan apa-apa,atau berbuat apa-apa.
Jumat, 2008 Oktober 17
Rabu, 2008 Oktober 15
If A Girl Cries
If a girl cries in front of u,
(Jika seorang wanita menangis dihadapanmu)
it means that she couldn't take it anymore.
(Itu berarti dia tak dapat menahannya lagi)
If u take her hand,
(Jika kamu memegang tangannya saat dia
menangis)
she would stay with u 4 the rest of ur life
(Dia akan tinggal bersamamu sepanjang hidupmu)
If u let her go,
(Jika kamu membiarkannya pergi)
she couldn't go back 2 being herself
(Dia tidak akan pernah kembali lagi menjadi dirinya
yang dulu)
anymore.
(lagi)
A girl won't cry easily,
(Seorang wanita tidak akan menangis dengan
mudah)
except in front of the person who she love the most
(Kecuali didepan orang yang amat dia sayangi)
she becomes weak..
(Dia menjadi lemah)
A girl won't cry easily,
(Seorang wanita tidak akan menangis dengan
mudah)
only when she love u the most,
(Hanya jika dia sangat menyayangimu)
she put down her ego..
(Dia akan menurunkan rasa egoisnya)
Guys, if a girl cries bcoz of u,
(Lelaki, jika seorang wanita pernah menangis
karena mu)
please hold her hands firmly,
(Tolong pegang tangannya dengan pengertian)
she's the one who would stay with u 4 the rest of ur life
(Dia adalah orang yang akan tetap bersamamu sepanjang hidupmu)
Guys, if a girl cries bcoz of u,
(Lelaki, jika seorang wanita menangis karena mu)
please don't give her up,
(Tolong jangan menyia-nyiakannya)
maybe bcoz of ur decision, u ruin her life.
(Mungkin karena keputusanmu, kau merusak
kehidupannya)
When she cry right in front of u,
(Saat dia menangis didepanmu)
When she cry bcoz of u,
(Saat dia menangis karnamu)
Look into her eyes,
(Lihatlah matanya)
Can u see n feel the pain n hurt she's feeling?
(Dapatkah kau lihat dan rasakan sakit yang dirasakannya?)
Think...
(Pikirkan)
Which other girl have cried with pure,sincerity,
(Wanita mana lagikah yang akan menangis
dengan murni, penuh rasa sayang)
Infront of u,
(Didepanmu)
And bcoz of u?
(Dan karenamu)
She cry not because she is weak,
(Dia menangis bukan karena dia lemah)
She cry not bcoz she want sympathy or pity
(Dia menangis bukan karena dia menginginkan simpati atau rasa kasihan )
She cry,
(Dia menangis,)
Because crying silently is no longer possible,
(Karena menangis dengan diam-diam tidaklah memungkinkan lagi )
Guys,
(Lelaki)
Think about it,
(Pikirkanlah tentang hal itu)
If a girl cry her heart out 2 u,
(Jika seorang wanita menangisi hatinya untukmu)
And all because of u,
(Dan semuanya karena dirimu)
Its time 2 look back on what u have done to her,
(Inilah waktunya untuk melihat apa yang telah kau lakukan untuknya)
Only u will know the answer..
(Hanya kau yang tahu jawabannya)
Do consider it,
(Pertimbangkanlah)
Coz one day,
(Karena suatu hari nanti)
It maybe 2 late 4 regrets,
(Mungkin akan terlambat untuk menyesal)
It maybe 2 late 2 say "I'm sorry".
(Mungkin akan terlambat untuk mengucapkan 'MAAF')
(Jika seorang wanita menangis dihadapanmu)
it means that she couldn't take it anymore.
(Itu berarti dia tak dapat menahannya lagi)
If u take her hand,
(Jika kamu memegang tangannya saat dia
menangis)
she would stay with u 4 the rest of ur life
(Dia akan tinggal bersamamu sepanjang hidupmu)
If u let her go,
(Jika kamu membiarkannya pergi)
she couldn't go back 2 being herself
(Dia tidak akan pernah kembali lagi menjadi dirinya
yang dulu)
anymore.
(lagi)
A girl won't cry easily,
(Seorang wanita tidak akan menangis dengan
mudah)
except in front of the person who she love the most
(Kecuali didepan orang yang amat dia sayangi)
she becomes weak..
(Dia menjadi lemah)
A girl won't cry easily,
(Seorang wanita tidak akan menangis dengan
mudah)
only when she love u the most,
(Hanya jika dia sangat menyayangimu)
she put down her ego..
(Dia akan menurunkan rasa egoisnya)
Guys, if a girl cries bcoz of u,
(Lelaki, jika seorang wanita pernah menangis
karena mu)
please hold her hands firmly,
(Tolong pegang tangannya dengan pengertian)
she's the one who would stay with u 4 the rest of ur life
(Dia adalah orang yang akan tetap bersamamu sepanjang hidupmu)
Guys, if a girl cries bcoz of u,
(Lelaki, jika seorang wanita menangis karena mu)
please don't give her up,
(Tolong jangan menyia-nyiakannya)
maybe bcoz of ur decision, u ruin her life.
(Mungkin karena keputusanmu, kau merusak
kehidupannya)
When she cry right in front of u,
(Saat dia menangis didepanmu)
When she cry bcoz of u,
(Saat dia menangis karnamu)
Look into her eyes,
(Lihatlah matanya)
Can u see n feel the pain n hurt she's feeling?
(Dapatkah kau lihat dan rasakan sakit yang dirasakannya?)
Think...
(Pikirkan)
Which other girl have cried with pure,sincerity,
(Wanita mana lagikah yang akan menangis
dengan murni, penuh rasa sayang)
Infront of u,
(Didepanmu)
And bcoz of u?
(Dan karenamu)
She cry not because she is weak,
(Dia menangis bukan karena dia lemah)
She cry not bcoz she want sympathy or pity
(Dia menangis bukan karena dia menginginkan simpati atau rasa kasihan )
She cry,
(Dia menangis,)
Because crying silently is no longer possible,
(Karena menangis dengan diam-diam tidaklah memungkinkan lagi )
Guys,
(Lelaki)
Think about it,
(Pikirkanlah tentang hal itu)
If a girl cry her heart out 2 u,
(Jika seorang wanita menangisi hatinya untukmu)
And all because of u,
(Dan semuanya karena dirimu)
Its time 2 look back on what u have done to her,
(Inilah waktunya untuk melihat apa yang telah kau lakukan untuknya)
Only u will know the answer..
(Hanya kau yang tahu jawabannya)
Do consider it,
(Pertimbangkanlah)
Coz one day,
(Karena suatu hari nanti)
It maybe 2 late 4 regrets,
(Mungkin akan terlambat untuk menyesal)
It maybe 2 late 2 say "I'm sorry".
(Mungkin akan terlambat untuk mengucapkan 'MAAF')
Senin, 2008 September 22
Jangan Berteriak
Cerita tentang salah satu kebiasaan yang ditemui pada penduduk yang tinggal di sekitar kepulauan Solomon, yang letaknya di Pasifik Selatan. Nah, penduduk primitif yang tinggal di sana punya sebuah kebiasaan yang menarik yakni meneriaki pohon.
Untuk apa? Kebiasaan ini ternyata mereka lakukan apabila terdapat pohon dengan akar-akar yang sangat kuat dan sulit untuk dipotong dengan kapak. Inilah yang mereka lalukan, dengan tujuan supaya pohon itu mati. Caranya adalah, beberapa penduduk yang lebih kuat dan berani akan memanjat hingga ke atas pohon itu.Lalu, ketika sampai di atas pohon itu bersama dengan penduduk yang ada di bawah pohon, mereka akan berteriak sekuat-kuatnya kepada pohon itu. Mereka lakukan teriakan berjam-jam, selama kurang lebih empat puluh hari. Dan apa yang terjadi sungguh menakjubkan.
Pohon yang diteriaki itu perlahan-lahan daunnya akan mulai mengering. Setelah itu dahan-dahannya juga mulai akan rontok dan perlahan-lahan pohon itu akan mati dan dengan demikian, mudahlah ditumbangkan. Kalau kita perhatikan apa yang dilakukan oleh penduduk primitif ini sungguhlah aneh. Namun kita bisa belajar satu hal dari mereka. Mereka telah membuktikan bahwa teriakan-teriakan yang dilakukan terhadap mahkluk hidup tertentu seperti pohon akan menyebabkan benda tersebut kehilangan rohnya. Akibatnya, dalam waktu panjang, makhluk hidup itu akan mati.
Nah, sekarang apakah yang bisa kita pelajari dari kebiasaan penduduk primitif di kepulauan Solomon ini? O, sangat berharga sekali! Yang jelas, ingatlah baik-baik bahwa setiap kali Anda berteriak kepada mahkluk hidup tertentu maka berarti Anda sedang mematikan rohnya.
Pernahkah kita berteriak pada anak kita?
*
Ayo cepat! Dasar leletan!
*
Bego banget sih.. Hitungan mudah begitu aja nggak bisa dikerjakan.
*
Ayo, jangan main-main disini. Berisik! Bising!
Atau, pernahkah kita berteriak kepada orang tua kita karena merasa mereka membuat kita jengkel?
*
Kenapa sih makan aja berceceran?
*
Kenapa sih sakit s edi kit aja mengeluh begitu?
*
Kenapa sih jarak dekat aja minta diantar?
*
Mama, tolong nggak usah cerewet, boleh nggak?
*
Atau, mungkin kitapun berteriak balik kepada pasangan hidup kita karena kita merasa sakit hati?
* Cuih! Saya nyesal kawin dengan orang seperti kamu, tahu nggak?!
* Bodoh banget jadi laki nggak bisa apa-apa!
* Aduh. Perempuan kampungan banget sih?!
Atau, bisa seorang guru berteriak pada anak didiknya.
* Eh tolol, soal mudah begitu aja nggak bisa
* Kapan kamu mulai akan jadi pinter?
Ingatlah, setiap kali kita berteriak pada seseorang karena merasa jengkel, marah, terhina, terluka, ingatlah dengan apa yang diajarkan oleh penduduk kepulauan Solomon ini. Mereka mengajari kita bahwa setiap kali kita mulai berteriak, kita mulai mematikan roh pada orang yang kita cintai. Kita juga mematikan roh yang mempertautkan hubungan kita. Teriakan-teriakan, yang kita keluarkan karena emosi-emosi kita perlahan-lahan, pada akhirnya akan membunuh roh yang telah melekatkan hubungan kita.
Jadi, ketika masih ada kesempatan untuk berbicara baik-baik, cobalah untuk mendiskusikan mengenai apa yang Anda harapkan. Coba kita perhatikan dalam kehidupan kita sehari-hari. Teriakan, hanya kita berikan tatkala kita bicara dengan orang yang jauh jaraknya, bukan?! Nah, tahukah Anda mengapa orang yang marah dan emosional, menggunakan teriakan-teriakan padahal jarak mereka hanya beberapa belas centimeter. Mudah menjelaskannya. Pada realitanya, meskipun secara fisik mereka dekat tapi sebenarnya hati mereka begituuuu jauhnya. Itulah sebabnya mereka harus saling berteriak.
Selain itu, dengan berteriak, tanpa sadar mereka pun mulai berusaha melukai serta mematikan roh pada orang yang dimarahi karena perasaan-perasaan dendam, benci atau kemarahan yang dimiliki. Kita berteriak karena kita ingin melukai, kita ingin membalas. Jadi mulai sekarang ingatlah selalu. Jika kita tetap ingin roh pada orang yang kita sayangi tetap tumbuh, berkembang dan tidak mati, jangan berteriak.
Rabu, 2008 Agustus 06
Teman
Sewaktu kita duduk di taman kanak-kanak, kita berpikir kalau seorang teman yang baik adalah teman yang meminjamkan krayon warna merah ketika yang ada hanyalah krayon warna hitam.
Di sekolah dasar, kita lalu menemukan bahwa seorang teman yang baik adalah teman yang mau menemani kita ke toilet, menggandeng tangan kita sepanjang koridor menuju kelas, membagi makan siangnya dengan kita ketika kita lupa membawanya.
Di sekolah lanjutan pertama, kita punya ide kalau seorang teman yang baik adalah teman yang mau menyontekkan PR-nya pada kita, pergi bersama ke pesta dan menemani kita makan siang.
Di SMA, kita merasa kalau seorang teman yang baik adalah teman yang mengajak kita mengendarai mobil barunya, meyakinkan orang tua kita kalau kita boleh pulang malam sedikit, mau mendengar kisah sedih saat kita putus dari pacar.
Di masa berikutnya, kita melihat kalau seorang teman yang baik adalah teman yang selalu ada terutama di saat-saat sulit kita, membuat kita merasa aman melalui masa-masa seperti apapun, meyakinkan kita kalau kita akan lulus dalam ujian sidang sarjana kita.
Dan seiring berjalannya waktu kehidupan, kita menemukan kalau seorang teman yang baik adalah teman yang selalu memberi kita dua pilihan yang baik, merangkul kita ketika kita menghadapi masalah yang menakutkan, membantu kita bertahan menghadapi orang-orang yang hanya mau mengambil keuntungan dari kita, menegur ketika kita melalaikan sesuatu, mengingatkan ketika kita lupa, membantu meningkatkan percaya diri kita, menolong kita untuk menjadi seseorang yang lebih baik, dan terlebih lagi... menerima diri kita apa adanya...
Thanks for being my friend...
A lot of little heart to my frenzzz!!!
Friends are like balloons; once you let them go, you can't get them back.
So I'm gonna tie you to my heart so I never lose you.
TAKE GOOD CARE OF YOURSELF YEAH!!!
Di sekolah dasar, kita lalu menemukan bahwa seorang teman yang baik adalah teman yang mau menemani kita ke toilet, menggandeng tangan kita sepanjang koridor menuju kelas, membagi makan siangnya dengan kita ketika kita lupa membawanya.
Di sekolah lanjutan pertama, kita punya ide kalau seorang teman yang baik adalah teman yang mau menyontekkan PR-nya pada kita, pergi bersama ke pesta dan menemani kita makan siang.
Di SMA, kita merasa kalau seorang teman yang baik adalah teman yang mengajak kita mengendarai mobil barunya, meyakinkan orang tua kita kalau kita boleh pulang malam sedikit, mau mendengar kisah sedih saat kita putus dari pacar.
Di masa berikutnya, kita melihat kalau seorang teman yang baik adalah teman yang selalu ada terutama di saat-saat sulit kita, membuat kita merasa aman melalui masa-masa seperti apapun, meyakinkan kita kalau kita akan lulus dalam ujian sidang sarjana kita.
Dan seiring berjalannya waktu kehidupan, kita menemukan kalau seorang teman yang baik adalah teman yang selalu memberi kita dua pilihan yang baik, merangkul kita ketika kita menghadapi masalah yang menakutkan, membantu kita bertahan menghadapi orang-orang yang hanya mau mengambil keuntungan dari kita, menegur ketika kita melalaikan sesuatu, mengingatkan ketika kita lupa, membantu meningkatkan percaya diri kita, menolong kita untuk menjadi seseorang yang lebih baik, dan terlebih lagi... menerima diri kita apa adanya...
Thanks for being my friend...
A lot of little heart to my frenzzz!!!
Friends are like balloons; once you let them go, you can't get them back.
So I'm gonna tie you to my heart so I never lose you.
TAKE GOOD CARE OF YOURSELF YEAH!!!
Kamis, 2008 Juni 19
Cinta & Kawan
Satu hari CINTA & KAWAN berjalan dalam kampung...
Tiba-tiba CINTA terjatuh dalam telaga....
Kenapa??
Kerena CINTA itu buta...
Lalu KAWAN pun ikut terjun dalam telaga...
Kenapa??
Kerena... KAWAN akan buat apa saja demi CINTA !!
Di dalam telaga CINTA hilang...
Kenapa??
Kerena... CINTA itu halus, mudah hilang
kalau tak dijaga, sukar dicari apa lagi dalam telaga yang gelap...
Sedangkan KAWAN masih mencari-cari dimana CINTA & terus menunggu..
Kenapa??
Karena ... KAWAN itu sejati & akan kekal sebagai KAWAN yang setia...
so, hargailah KAWAN kita ....
Walau kita punya couple , teman still paling setia.
Walau kita punya harta banyak , teman still paling berharga.
Tiba-tiba CINTA terjatuh dalam telaga....
Kenapa??
Kerena CINTA itu buta...
Lalu KAWAN pun ikut terjun dalam telaga...
Kenapa??
Kerena... KAWAN akan buat apa saja demi CINTA !!
Di dalam telaga CINTA hilang...
Kenapa??
Kerena... CINTA itu halus, mudah hilang
kalau tak dijaga, sukar dicari apa lagi dalam telaga yang gelap...
Sedangkan KAWAN masih mencari-cari dimana CINTA & terus menunggu..
Kenapa??
Karena ... KAWAN itu sejati & akan kekal sebagai KAWAN yang setia...
so, hargailah KAWAN kita ....
Walau kita punya couple , teman still paling setia.
Walau kita punya harta banyak , teman still paling berharga.
Kamis, 2008 Mei 15
KEBAHAGIAAN DIPEROLEH DARI MEMBERI
Kisah ini bercerita tentang seorang wanita cantik bergaun mahal yang mengeluh kepada psikiaternya bahwa dia merasa seluruh hidupnya hampa tak berarti.
Maka si psikiater memanggil seorang wanita tua penyapu lantai dan berkata kepada si wanita kaya," Saya akan menyuruh Mary di sini untuk menceritakan kepada anda bagaimana dia menemukan kebahagiaan. Saya ingin anda mendengarnya. "
Si wanita tua meletakkan gagang sapunya dan duduk di kursi dan menceritakan kisahnya: "OK, suamiku meninggal akibat malaria dan tiga bulan kemudian anak tunggalku tewas akibat kecelakaan. Aku tidak punya siapa-siapa. aku kehilangan segalanya. Aku tidak bisa tidur, tidak bisa makan, aku tidak pernah tersenyum kepada siapapun, bahkan aku berpikir untuk mengakhiri hidupku. Sampai suatu sore seekor anak kucing mengikutiku pulang.
Sejenak aku merasa kasihan melihatnya.
Cuaca dingin di luar, jadi aku memutuskan membiarkan anak kucing itu masuk ke rumah.
Aku memberikannya susu dan dia minum sampai habis.
Lalu si anak kucing itu bermanja-manja di kakiku dan untuk pertama kalinya aku tersenyum.
Sesaat kemudian aku berpikir jikalau membantu seekor anak kucing saja bisa membuat aku tersenyum, maka mungkin melakukan sesuatu bagi orang lain akan membuatku bahagia.
Maka di kemudian hari aku membawa beberapa biskuit untuk diberikan kepada tetangga yang terbaring sakit di tempat tidur.
Tiap hari aku mencoba melakukan sesuatu yang baik kepada setiap orang.
Hal itu membuat aku bahagia tatkala melihat orang lain bahagia.
Hari ini, aku tak tahu apa ada orang yang bisa tidur dan makan lebih baik dariku.
Aku telah menemukan kebahagiaan dengan memberi."
Ketika si wanita kaya mendengarkan hal itu, menangislah dia.
Dia memiliki segala sesuatu yang bisa dibeli dengan uang namun dia kehilangan sesuatu yang tidak bisa dibeli dengan uang.
Maka si psikiater memanggil seorang wanita tua penyapu lantai dan berkata kepada si wanita kaya," Saya akan menyuruh Mary di sini untuk menceritakan kepada anda bagaimana dia menemukan kebahagiaan. Saya ingin anda mendengarnya. "
Si wanita tua meletakkan gagang sapunya dan duduk di kursi dan menceritakan kisahnya: "OK, suamiku meninggal akibat malaria dan tiga bulan kemudian anak tunggalku tewas akibat kecelakaan. Aku tidak punya siapa-siapa. aku kehilangan segalanya. Aku tidak bisa tidur, tidak bisa makan, aku tidak pernah tersenyum kepada siapapun, bahkan aku berpikir untuk mengakhiri hidupku. Sampai suatu sore seekor anak kucing mengikutiku pulang.
Sejenak aku merasa kasihan melihatnya.
Cuaca dingin di luar, jadi aku memutuskan membiarkan anak kucing itu masuk ke rumah.
Aku memberikannya susu dan dia minum sampai habis.
Lalu si anak kucing itu bermanja-manja di kakiku dan untuk pertama kalinya aku tersenyum.
Sesaat kemudian aku berpikir jikalau membantu seekor anak kucing saja bisa membuat aku tersenyum, maka mungkin melakukan sesuatu bagi orang lain akan membuatku bahagia.
Maka di kemudian hari aku membawa beberapa biskuit untuk diberikan kepada tetangga yang terbaring sakit di tempat tidur.
Tiap hari aku mencoba melakukan sesuatu yang baik kepada setiap orang.
Hal itu membuat aku bahagia tatkala melihat orang lain bahagia.
Hari ini, aku tak tahu apa ada orang yang bisa tidur dan makan lebih baik dariku.
Aku telah menemukan kebahagiaan dengan memberi."
Ketika si wanita kaya mendengarkan hal itu, menangislah dia.
Dia memiliki segala sesuatu yang bisa dibeli dengan uang namun dia kehilangan sesuatu yang tidak bisa dibeli dengan uang.
Rabu, 2008 Mei 07
Kebiasaan Buruk Joe Stoker
Joe Stoker adalah seorang tukang rem kereta api. Sebenarnya, ia termasuk orang yang bersahabat dan ramah. Oleh karena itu, ia amat disukai oleh penumpang-penumpang dan pegawai-pegawai kereta api lainnya. Hanya sayangnya, di balik sikapnya yang baik itu, Joe adalah seorang yang kurang bertanggung jawab pada pekerjaan dan sering menyepelekan dan sering menunda-nunda pekerjaannya. Lebih dari itu, ia juga seorang peminum whiski. Banyak orang, termasuk keluarga dan sahabatnya menasehatinya untuk berhenti minum whiski. Tetapi, tiap kali ada yang menegurnya, ia selalu bilang, “Terima kasih. Saya tidak apa-apa kok. Saya hanya minum sedikit dan itu tidak ada pengaruhnya!”
Pada suatu malam, salju turun dengan lebatnya. Malam itu Joe kebetulan bertugas di atas kereta api yang sedang berjalan. Tiba-tiba, ada berita, bahwa kereta api lain akan datang terlambat. Sambil menunggu, Joe mulai menggerutu dan mengeluh karena berarti ia dan rekan-rekannya harus menunggu lebih lama, menunggu kereta lain lewat. Untuk mengisi waktu, diam-diam Joe mulai mengeluarkan botol whiskinya dan meminumnya. Beberapa saat kemudian, Joe mulai agak mabuk. Ia mulai tertawa-tawa dengan senang, sementara kondektur maupun masinis, hanya bisa melihat dengan prihatin padanya.
Setelah kereta berjalan beberapa saat, tiba-tiba keretea itu berhenti. Tutup silinder kereta api tiba-tiba terlepas. Sementara dalam waktu tidak lama lagi, kereta api cepat akan melalui rel yang sama dari belakang. Kondektur, dengan secepat kilat berlari ke arah Joe dan memerintahkannya untuk memasang lampu merah dan membawanya berjalan ke sepanjang rel di belakang. Namun, tukang rem yang agak mabuk ini tertawa dan berkata, "Ah, jangan tergesa-gesa. Kan katanya agak terlambat. Jadi masih ada waktu!”
Kondektur itu menjawab dengan sungguh-sungguh, "Joe, ini sangat penting, jangan ditangguhkan satu menit pun. Kereta api cepat akan segera tiba dan saat itu mungkin kita sudah terlambat terlambat memberitahu! "
"Baiklah," kata Joe dengan ogah-ogahan. Sementara si kondektur sibuk mengurusi lokomotifnya, si Joe tukang rem itu, tidak langsung mengerjakan tugasnya. Dengan tenang, ia mengenakan jasnya terlebih dahulu. Lalu menghabiskan satu sloki whiski lagi untuk menghangatkan badannya. Kemudian, barulah perlahan-lahan ia mengambil lentera merah dan dengan melenggang santai ia berjalan sambil bersiul sepanjang rel. Belum sampai sepuluh langkah, ia mendengar suara tanda kedatangan kereta api cepat. Ia mulai berlari dan berlari menuju ke arah kerata api cepat itu.
Tetapi semuanya sudah terlambat. Joe mencoba melambaikan lenteranya. Tapi, terlalu dekat jaraknya bagi kereta cepat untuk berhenti. Sesaat kemudian, terdengar besi-besi berat saling bertubrukan. Lokomotif kereta api cepat menabrak gerbong-gerbong yang sedang berhenti. Segera badan gerbong dan lokomotifnya menjadi ringsek, gerbong-gerbongpun hancur dan terhantam keras keluar dari relnya, diiringi teriakan para penumpang yang lebur binasa, bercampur dengan suara desis uap yang keluar lepas. Malam yang bisu itu menjadi saksi kecelakaan tabrakan antar kereta api yang menelan begitu banyak korban jiwa.
Bagaimana dengan Joe Stoker?. Saat orang mencarinya, Joe sudah menghilang. Malam harinya Joe ditemukan di sebuah lumbung dalam keadaan tidak waras, ia melambai-lambaikan lentera seakan-akan di depannya ada kereta api, sambil berteriak-teriak, "Ah, seandainya saya lakukan... seandainya saya lakukan.... seandainya"
Seberapa sering kita menunda pekerjaan kita karena berpikir bahwa masih ada banyak waktu??
Sekarang adalah waktu terbaik, disaat kita masih mempunyai kesempatan, segeralah melakukan tindakan agar tidak di kemudian hari kita tidak berkata "seandainya. .... seandainya"
Pada suatu malam, salju turun dengan lebatnya. Malam itu Joe kebetulan bertugas di atas kereta api yang sedang berjalan. Tiba-tiba, ada berita, bahwa kereta api lain akan datang terlambat. Sambil menunggu, Joe mulai menggerutu dan mengeluh karena berarti ia dan rekan-rekannya harus menunggu lebih lama, menunggu kereta lain lewat. Untuk mengisi waktu, diam-diam Joe mulai mengeluarkan botol whiskinya dan meminumnya. Beberapa saat kemudian, Joe mulai agak mabuk. Ia mulai tertawa-tawa dengan senang, sementara kondektur maupun masinis, hanya bisa melihat dengan prihatin padanya.
Setelah kereta berjalan beberapa saat, tiba-tiba keretea itu berhenti. Tutup silinder kereta api tiba-tiba terlepas. Sementara dalam waktu tidak lama lagi, kereta api cepat akan melalui rel yang sama dari belakang. Kondektur, dengan secepat kilat berlari ke arah Joe dan memerintahkannya untuk memasang lampu merah dan membawanya berjalan ke sepanjang rel di belakang. Namun, tukang rem yang agak mabuk ini tertawa dan berkata, "Ah, jangan tergesa-gesa. Kan katanya agak terlambat. Jadi masih ada waktu!”
Kondektur itu menjawab dengan sungguh-sungguh, "Joe, ini sangat penting, jangan ditangguhkan satu menit pun. Kereta api cepat akan segera tiba dan saat itu mungkin kita sudah terlambat terlambat memberitahu! "
"Baiklah," kata Joe dengan ogah-ogahan. Sementara si kondektur sibuk mengurusi lokomotifnya, si Joe tukang rem itu, tidak langsung mengerjakan tugasnya. Dengan tenang, ia mengenakan jasnya terlebih dahulu. Lalu menghabiskan satu sloki whiski lagi untuk menghangatkan badannya. Kemudian, barulah perlahan-lahan ia mengambil lentera merah dan dengan melenggang santai ia berjalan sambil bersiul sepanjang rel. Belum sampai sepuluh langkah, ia mendengar suara tanda kedatangan kereta api cepat. Ia mulai berlari dan berlari menuju ke arah kerata api cepat itu.
Tetapi semuanya sudah terlambat. Joe mencoba melambaikan lenteranya. Tapi, terlalu dekat jaraknya bagi kereta cepat untuk berhenti. Sesaat kemudian, terdengar besi-besi berat saling bertubrukan. Lokomotif kereta api cepat menabrak gerbong-gerbong yang sedang berhenti. Segera badan gerbong dan lokomotifnya menjadi ringsek, gerbong-gerbongpun hancur dan terhantam keras keluar dari relnya, diiringi teriakan para penumpang yang lebur binasa, bercampur dengan suara desis uap yang keluar lepas. Malam yang bisu itu menjadi saksi kecelakaan tabrakan antar kereta api yang menelan begitu banyak korban jiwa.
Bagaimana dengan Joe Stoker?. Saat orang mencarinya, Joe sudah menghilang. Malam harinya Joe ditemukan di sebuah lumbung dalam keadaan tidak waras, ia melambai-lambaikan lentera seakan-akan di depannya ada kereta api, sambil berteriak-teriak, "Ah, seandainya saya lakukan... seandainya saya lakukan.... seandainya"
Seberapa sering kita menunda pekerjaan kita karena berpikir bahwa masih ada banyak waktu??
Sekarang adalah waktu terbaik, disaat kita masih mempunyai kesempatan, segeralah melakukan tindakan agar tidak di kemudian hari kita tidak berkata "seandainya. .... seandainya"
Langgan:
Entri (Atom)